It's about waiting the Right one and Choose to being Alone at here..

It's about waiting the Right one and Choose to being Alone at here..

Powered by Blogger.

About Me

My photo
i'm only want to be an extraordinary girl in the ordinary way that always try to become a shaleeha girl,...

Friends

Monday, December 2, 2013

Non alias Noona,..

No comments :
"Non jangan naik itu, itu motor cowok.."
"Non kok roknya ga pernah dipake, kapan bisa jadi ceweknya kamu?"
"Non saatnya tidur siang, cepet turun dari pohon"...
"Non apalagi yang mau kamu cari sekarang?"
"Non kurang settle gimana hidup kamu.."
"Non tinggalin dia ya, dy udah ngerusak hidup kamu"...
"Non percaya sama Allah, pasti ada jalan lain yang jauh lebih indah yang sabar ya Non"..

Hmm entah kenapa percakapan itu terus menerus berputar di dalam otakku saat ini,..
Masih terbayang jelas dalam ingatanku bagaimana aku melewati masa kecilku..
Hehehehe iyaaa Mamaku yang tersayang selalu memanggilku dengan sebutan Non, bilangnya sech biar aku bisa bener-bener jadi "Non atau Nona atau Lady yang nantinya bisa berubah menjadi seorang Nyonya atau Duchess" hahahhahaha,..
Wajar dong secara saat itu aku teramat sangat jauh dari kata Non itu sendiri, iyaaa aku itu sangat tomboyyy banget..

Masa kecilku aku habiskan dengan rasa penasaran yang teramat sangat dan jiwa kritis saat mereka yang lebih tua dari aku selalu menyebut kata "ora ilok" alias "pamali"..
Waktu kecil aku selalu memimpin dan ngajak rombongan kecil berisikan 5-10 anak-anak yang dibawa para orang tua untuk menghadiri rapat yang dipimpin oleh papaku, untuk kuajak pergi ke arah sungai main air dan lumpur hahahhaha, dan tidak ada satupun staf papaku yang berani melarangku..
Hmm aku yang saat itu masih kecil tidak pernah menerima kata dilarang kalau aku tidak salah, aku yang keras kepala dan sering mempertanyakan semua "tahayul2" itu sampai mereka cuma bisa menyerah tidak tahu bagaimana menjelaskannya padaku..

Beranjak mulai Remaja bukannya bisa menjadi "Non" justru aku semakin tertarik dengan dunia yang penuh dengan kontak fisik dan menyukai balap motor trail hahahahah..
Pulang kerumah dengan babak belur, badan luka, kaki lebam terkilir merupakan pemandangan setiap hari di rumahku dulu.
Papa dan mama hanya bisa menggelengkan kepala dan mengelus dada melihat tingkah "Nona" mereka yang semakin jauh dari arti "Nona" itu sendiri
Aku memilih bertarung di arena untuk mengalahkan rasa ingin menang sendiriku. Aku menyukai bagaimana mengatur semua serangan agar bisa memenangkan pertarungan itu. Sampai akhirnya saat pertandingan terakhir itu memberi sebuah luka yang sangat aku sesali sampai sekarang yang juga membuatku berhenti untuk bertanding..
Dan itu juga menjadi salah satu keputusanku untuk memilih berhenti bertarung di arena dan konsentrasi untuk menjadi pelatih sekaligus penyembuh bagi aku dan mereka semua..

Terbiasa dengan pola pikir anak-anak yang polos dan tidak perduli dengan masalah gender membuatku memiliki banyak sekali teman-teman cowok yang teramat sangat over protektif padaku, iya aku yang tidak mengerti apa-apa selalu mereka jaga.. Bagaimanapun juga aku suka dimanjakan oleh mereka, tapi jangan dipikir mereka lebih tua dari aku ya salah besar justru mereka lebih muda dari aku hahahah entah mungkin memang aku terlalu cepat lahir kedunia sehingga tersesat ditahun yang salah..

Ternyata mimpi buruk itu datang disaat aku mulai mengenal rasa sayang yang terlambat datang dengan Nulife, yang bukan salah satu dari teman-temanku dan membuatku justru menjauhi sahabat-sahabatku.. Masih teringat jelas bagaimana sedihnya mereka waktu aku memilih menemani nulife daripada menghadiri pertandingan yang tidak pernah sekalipun aku tinggalkan., Peringatan dari mereka tentang nulife tidak pernah aku hiraukan karena aku terlalu terpedaya dengan kasih sayang yang nulife berikan kepadaku.. Maafkan aku Lil bro sudah meninggalkanmu untuk nulife, aku menyesal tapi tidak ada yang bisa kita lakukan untuk merubah semua itu kan. Terima kasih sahabat-sahabatku, saat mengetahui nulife bersama dengan cewek lain dengan penuh tangisan aku menghubungi Lil bro tak kukira kamu pun masih menyayangiku dan mau membantuku.. Betapa bodohnya aku dulu tidak mengerti dengan sikap kamu yg takut aku terluka ya Lil Bro,maafkan aku Lil Bro..

Sampai sekarang pun panggilan Non teramat sangat aku sukai entah mengapa, rasanya nyaman jika ada yang memanggilku seperti itu.. Cuma ada dua orang yang selalu memanggilku "Non" mamaku dan Lil bro, iya Lil bro yang dulu sempat aku tinggalkan untuk pergi dengan Nulife, Lil bro yang selalu mendengar semua ceritaku dengan penuh kesabaran, Lil Bro yang selalu menjagaku kapan pun dan dimanapun tanpa aku sadari, Lil Bro yang selalu ada kapan saja aku butuhkan, Lil Bro yang selalu mengajak aku bergabung dengan gengnya, Lil Bro yang selalu mengkhawatirkan aku bahkan sampai saat ini dy masih peduli dengan aku.. Lil Bro yang tidak ingin melihat aku terluka, Lil bro yang sering memarahiku kalau aku gamau makan hahahahaha ironi sekali hidupku. Aku mengejar nulife yang menghancurkan hatiku dengan meninggalkan Lil Bro yang menjaga hatiku..

Hai Lil bro, aku kangen kamu dimanakah kamu sekarang berada? Janji kita yang terakhir belum sempat terpenuhi ya Lil Bro, yang pasti akan selalu aku tagih dan aku ingat sampai kapanpun hehehehe.. Makasih ya Lil Bro mau terus menemaniku dan memberikan nasehat-nasehat itu, iya aku berjanji tidak akan salah pilih lagi kok,.. Lil Bro terus doakan aku ya semoga yang aku pilih saat ini bisa menjadi yang terakhir, tapi jika tidak maukah kamu terus menemani aku seperti dulu Lil Bro??

To be continue,...

No comments :

Post a Comment

Monday, December 2, 2013

Non alias Noona,..

"Non jangan naik itu, itu motor cowok.."
"Non kok roknya ga pernah dipake, kapan bisa jadi ceweknya kamu?"
"Non saatnya tidur siang, cepet turun dari pohon"...
"Non apalagi yang mau kamu cari sekarang?"
"Non kurang settle gimana hidup kamu.."
"Non tinggalin dia ya, dy udah ngerusak hidup kamu"...
"Non percaya sama Allah, pasti ada jalan lain yang jauh lebih indah yang sabar ya Non"..

Hmm entah kenapa percakapan itu terus menerus berputar di dalam otakku saat ini,..
Masih terbayang jelas dalam ingatanku bagaimana aku melewati masa kecilku..
Hehehehe iyaaa Mamaku yang tersayang selalu memanggilku dengan sebutan Non, bilangnya sech biar aku bisa bener-bener jadi "Non atau Nona atau Lady yang nantinya bisa berubah menjadi seorang Nyonya atau Duchess" hahahhahaha,..
Wajar dong secara saat itu aku teramat sangat jauh dari kata Non itu sendiri, iyaaa aku itu sangat tomboyyy banget..

Masa kecilku aku habiskan dengan rasa penasaran yang teramat sangat dan jiwa kritis saat mereka yang lebih tua dari aku selalu menyebut kata "ora ilok" alias "pamali"..
Waktu kecil aku selalu memimpin dan ngajak rombongan kecil berisikan 5-10 anak-anak yang dibawa para orang tua untuk menghadiri rapat yang dipimpin oleh papaku, untuk kuajak pergi ke arah sungai main air dan lumpur hahahhaha, dan tidak ada satupun staf papaku yang berani melarangku..
Hmm aku yang saat itu masih kecil tidak pernah menerima kata dilarang kalau aku tidak salah, aku yang keras kepala dan sering mempertanyakan semua "tahayul2" itu sampai mereka cuma bisa menyerah tidak tahu bagaimana menjelaskannya padaku..

Beranjak mulai Remaja bukannya bisa menjadi "Non" justru aku semakin tertarik dengan dunia yang penuh dengan kontak fisik dan menyukai balap motor trail hahahahah..
Pulang kerumah dengan babak belur, badan luka, kaki lebam terkilir merupakan pemandangan setiap hari di rumahku dulu.
Papa dan mama hanya bisa menggelengkan kepala dan mengelus dada melihat tingkah "Nona" mereka yang semakin jauh dari arti "Nona" itu sendiri
Aku memilih bertarung di arena untuk mengalahkan rasa ingin menang sendiriku. Aku menyukai bagaimana mengatur semua serangan agar bisa memenangkan pertarungan itu. Sampai akhirnya saat pertandingan terakhir itu memberi sebuah luka yang sangat aku sesali sampai sekarang yang juga membuatku berhenti untuk bertanding..
Dan itu juga menjadi salah satu keputusanku untuk memilih berhenti bertarung di arena dan konsentrasi untuk menjadi pelatih sekaligus penyembuh bagi aku dan mereka semua..

Terbiasa dengan pola pikir anak-anak yang polos dan tidak perduli dengan masalah gender membuatku memiliki banyak sekali teman-teman cowok yang teramat sangat over protektif padaku, iya aku yang tidak mengerti apa-apa selalu mereka jaga.. Bagaimanapun juga aku suka dimanjakan oleh mereka, tapi jangan dipikir mereka lebih tua dari aku ya salah besar justru mereka lebih muda dari aku hahahah entah mungkin memang aku terlalu cepat lahir kedunia sehingga tersesat ditahun yang salah..

Ternyata mimpi buruk itu datang disaat aku mulai mengenal rasa sayang yang terlambat datang dengan Nulife, yang bukan salah satu dari teman-temanku dan membuatku justru menjauhi sahabat-sahabatku.. Masih teringat jelas bagaimana sedihnya mereka waktu aku memilih menemani nulife daripada menghadiri pertandingan yang tidak pernah sekalipun aku tinggalkan., Peringatan dari mereka tentang nulife tidak pernah aku hiraukan karena aku terlalu terpedaya dengan kasih sayang yang nulife berikan kepadaku.. Maafkan aku Lil bro sudah meninggalkanmu untuk nulife, aku menyesal tapi tidak ada yang bisa kita lakukan untuk merubah semua itu kan. Terima kasih sahabat-sahabatku, saat mengetahui nulife bersama dengan cewek lain dengan penuh tangisan aku menghubungi Lil bro tak kukira kamu pun masih menyayangiku dan mau membantuku.. Betapa bodohnya aku dulu tidak mengerti dengan sikap kamu yg takut aku terluka ya Lil Bro,maafkan aku Lil Bro..

Sampai sekarang pun panggilan Non teramat sangat aku sukai entah mengapa, rasanya nyaman jika ada yang memanggilku seperti itu.. Cuma ada dua orang yang selalu memanggilku "Non" mamaku dan Lil bro, iya Lil bro yang dulu sempat aku tinggalkan untuk pergi dengan Nulife, Lil bro yang selalu mendengar semua ceritaku dengan penuh kesabaran, Lil Bro yang selalu menjagaku kapan pun dan dimanapun tanpa aku sadari, Lil Bro yang selalu ada kapan saja aku butuhkan, Lil Bro yang selalu mengajak aku bergabung dengan gengnya, Lil Bro yang selalu mengkhawatirkan aku bahkan sampai saat ini dy masih peduli dengan aku.. Lil Bro yang tidak ingin melihat aku terluka, Lil bro yang sering memarahiku kalau aku gamau makan hahahahaha ironi sekali hidupku. Aku mengejar nulife yang menghancurkan hatiku dengan meninggalkan Lil Bro yang menjaga hatiku..

Hai Lil bro, aku kangen kamu dimanakah kamu sekarang berada? Janji kita yang terakhir belum sempat terpenuhi ya Lil Bro, yang pasti akan selalu aku tagih dan aku ingat sampai kapanpun hehehehe.. Makasih ya Lil Bro mau terus menemaniku dan memberikan nasehat-nasehat itu, iya aku berjanji tidak akan salah pilih lagi kok,.. Lil Bro terus doakan aku ya semoga yang aku pilih saat ini bisa menjadi yang terakhir, tapi jika tidak maukah kamu terus menemani aku seperti dulu Lil Bro??

To be continue,...