It's about waiting the Right one and Choose to being Alone at here..

It's about waiting the Right one and Choose to being Alone at here..

Powered by Blogger.

About Me

My photo
i'm only want to be an extraordinary girl in the ordinary way that always try to become a shaleeha girl,...

Friends

Monday, November 11, 2013

Tentang Aku, Kamu dan Perjuangan itu....

No comments :
Hari ini di awali dengan hujan gerimis dan berkabut seperti menggambarkan apa yang ada dalam hati dan pikiranku. Semuanya yang aku alami akhir-akhir ini bagaikan kilatan cahaya yang terkadang tak mampu indra ku mengikutinya, bagaikan penggalan kisah shakespere yang terlalu indah dan terlalu silau untuk dapat aku rasakan dalam dunia nyata.

Hari ini tiga hari menuju pertengahan bulan November dan aku masih terpaku dalam pelangi yang sempat kau perlihatkan padaku satu bulan terakhir. Mungkin cuma aku yang terlalu bermimpi lebih tentang kita atau semua yang kamu ucapkan itu hanya bisa hadir didalam dunia kita tanpa bisa diwujudkan di dunia nyata? Wallahu alam dari awal aku sudah pasrah dengan Allah atas apa yang akan dan sedang aku jalani. Sekali lagi ingin aku ulang kembali ingatanku beberapa bulan kebelakang.

Bisa mengenal sosok kamu yang menyilaukan untukku yang masih terus berjuang dan berkubang dengan lumpur sudah merupakan salah satu Nikmat yang Allah berikan untukku, mana mungkin aku berani berharap lebih. Saat menyadari tentang posisi aku dan kamu saat itu pula timbul kesadaran dalam diriku" bisa membuat dan mengetahui kamu tersenyum bahagia itu sudah lebih dari cukup walau mungkin nantinya bukan aku yang selalu ada menemani kamu". Siapalah aku ini dibanding dengan mereka yang telah hadir lebih dulu dalam dunia kamu?? Buat aku bisa terus menerus menyebut namamu dalam perjumpaanq dengan Allah di sepertiga malam terakhir sudah lebih dari cukup, bisa menitipkan rasa Sayang, Rasa Rindu dan Rasa Cintaku kepada Maha Pemilik Hati untuk kamu yang jauh disana sudah merupakan kebahagiaan tersendiri dalam berat dan terjalnya liku kehidupan dijalanku.

Ternyata setelah aku mulai ikhlas dengan rasa yang tak seharusnya dan mulai lebih bisa pasrah ada Jawaban dari Sang Maha Pengasih dan Penyayang dengan kembali mempertemukan kita. Aku yang dari awal mulai ikhlas dan pasrah dengan semuanya sekali lagi dengan mudahnya kau tundukkan, entah dari mana mulainya semua itu berawal tapi kali ini aku tidak lagi jatuh sendirian kita bersama-sama mulai terjatuh satu sama lain. Apakah ini bagian dari mimpi di kala hujan?

Sediki demi sedikit perhatian yang kamu curahkan untukku mulai terlihat dengan jelas, salahkah pemikiran ini? Hitungan waktu pergantian malam ke siang pun tak mampu menghentikan perjumpaan kita yang hanya dapat terwujud melalui kelincahan jari untuk melukiskan pertemuan itu. Dengan berlalunya hari dan kebersamaan yang semakin tak bisa terpisahkan kamu menyatakan rasa sayang itu untuk ku,.. Iya untuk aku yang masih terus berada dalam lumpur aku yang masih jauh dr cahaya aku yang merasa sangat tidak pantas untuk bisa mendampingimu. Kejujuran yang kamu ungkapkan tak jua mampu membuat aku yakin dengan apa yang kamu rasa, maafkan aku my dear ingin sekali rasanya percaya dengan apa yang kamu ungkapkan tapi masih tergambar jelas didalam memoriku bagaimana dy yang aku percaya dan telah kuserahkan semua untuknya meninggalkan aku sendiri dengan membawa serta hatiku yang remuk redam. 

Perjuangan dari kamu untuk memenangkan hatiku membuatku takjub, siapakah aku ini sampai bisa membuat kamu seperti itu? Mendengarkan semua cerita kamu dan mulai menyadari bagaimana kamu berubah mulai asyik dengan pertemuan kita, mengetahui bagaimana kehidupan kamu juga bergejolak terkagum-kagum dengan perubahan itu membuatku mulai berani menyatakan yang sesungguhnya. Apakah kamu tahu tak pernah sedikitpun aku bayangkan kamu akan sedemikian rupa menyayangiku, setiap saat aku ulang kembali bukti pertemuan itu dan saat itu pula batinq menangis Ya Allah pantaskah aku yang hina ini mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang sangat besar dari dy??

Dengan semua perhatian dan ketulusan yang selalu kamu tunjukkan padaku terkadang menimbulkan rasa egois agar hanya cuma aku saja yang bisa menikmatinya tetapi bukankah itu tidak mungkin karena kamu tidak akan pernah hanya menjadi milikku karena kamu sudah menjadi milik semua orang.

Apakah kamu tahu my dear, pertemuan kita yang terakhir itu teramat sangat mengena dihatiku sekali lagi aku engkau buat melayang tinggi saat engkau ingin menjadi Imamq MasyaAllah rasanya dunia dan seisinya tidak akan cukup menggambarkan bagaimana bentuk rasa syukurku kepada Sang Maha Pemilik Hidup, dengan sempat menjadi bagian dari hidupmu itu saja sudah lebih dari cukup buat aku tanpa pernah aku berani untuk bermimpi lebih tapi mengingat kamu yang terus meyakinkan aku bolehkah aku ikut berjuang dengan kamu?

Memperjuangkan restu dari seorang wanita mulia yang telah mendidik engkau menjadi seperti ini aku tahu itu sangatlah tidak mudah, kalaupun nantinya kita tidak bisa menyatu di kehidupan nyata bukankah masih ada lagi kehidupan yang jauh lebih abadi?

Tapi untuk bisa menerima itu semua tidaklah segampang yang aku lukiskan, sekali lagi bukankan aku terbiasa dengan kerasnya kehidupan bukankah aku sudah terbiasa berjuang sampai titik darah terakhir dan bukankah hidup itu memang harus diperjuangkan?? 

Walau tawaran yang kau berikan untukku sangat menjanjikan tapi aku sudah terbiasa menjadi yang kedua ataupun yang ketiga dalam kehidupanku yang dulu saat ini aku ingin berjuang untuk menjadi yang pertama, jika memang perjuanganku tidak bisa tercapai cukuplah bagi kita saling menjaga dan menyayangi melalui untaian doa kepada Sang Pemilik kehidupan agar nantinya kita dipertemukan dalam Jannahnya.

Ps. Jika harus aku lakukan melepaskanmu adalah caraku untuk mencintaimu dan caraku menjaga kita.

No comments :

Post a Comment

Monday, November 11, 2013

Tentang Aku, Kamu dan Perjuangan itu....

Hari ini di awali dengan hujan gerimis dan berkabut seperti menggambarkan apa yang ada dalam hati dan pikiranku. Semuanya yang aku alami akhir-akhir ini bagaikan kilatan cahaya yang terkadang tak mampu indra ku mengikutinya, bagaikan penggalan kisah shakespere yang terlalu indah dan terlalu silau untuk dapat aku rasakan dalam dunia nyata.

Hari ini tiga hari menuju pertengahan bulan November dan aku masih terpaku dalam pelangi yang sempat kau perlihatkan padaku satu bulan terakhir. Mungkin cuma aku yang terlalu bermimpi lebih tentang kita atau semua yang kamu ucapkan itu hanya bisa hadir didalam dunia kita tanpa bisa diwujudkan di dunia nyata? Wallahu alam dari awal aku sudah pasrah dengan Allah atas apa yang akan dan sedang aku jalani. Sekali lagi ingin aku ulang kembali ingatanku beberapa bulan kebelakang.

Bisa mengenal sosok kamu yang menyilaukan untukku yang masih terus berjuang dan berkubang dengan lumpur sudah merupakan salah satu Nikmat yang Allah berikan untukku, mana mungkin aku berani berharap lebih. Saat menyadari tentang posisi aku dan kamu saat itu pula timbul kesadaran dalam diriku" bisa membuat dan mengetahui kamu tersenyum bahagia itu sudah lebih dari cukup walau mungkin nantinya bukan aku yang selalu ada menemani kamu". Siapalah aku ini dibanding dengan mereka yang telah hadir lebih dulu dalam dunia kamu?? Buat aku bisa terus menerus menyebut namamu dalam perjumpaanq dengan Allah di sepertiga malam terakhir sudah lebih dari cukup, bisa menitipkan rasa Sayang, Rasa Rindu dan Rasa Cintaku kepada Maha Pemilik Hati untuk kamu yang jauh disana sudah merupakan kebahagiaan tersendiri dalam berat dan terjalnya liku kehidupan dijalanku.

Ternyata setelah aku mulai ikhlas dengan rasa yang tak seharusnya dan mulai lebih bisa pasrah ada Jawaban dari Sang Maha Pengasih dan Penyayang dengan kembali mempertemukan kita. Aku yang dari awal mulai ikhlas dan pasrah dengan semuanya sekali lagi dengan mudahnya kau tundukkan, entah dari mana mulainya semua itu berawal tapi kali ini aku tidak lagi jatuh sendirian kita bersama-sama mulai terjatuh satu sama lain. Apakah ini bagian dari mimpi di kala hujan?

Sediki demi sedikit perhatian yang kamu curahkan untukku mulai terlihat dengan jelas, salahkah pemikiran ini? Hitungan waktu pergantian malam ke siang pun tak mampu menghentikan perjumpaan kita yang hanya dapat terwujud melalui kelincahan jari untuk melukiskan pertemuan itu. Dengan berlalunya hari dan kebersamaan yang semakin tak bisa terpisahkan kamu menyatakan rasa sayang itu untuk ku,.. Iya untuk aku yang masih terus berada dalam lumpur aku yang masih jauh dr cahaya aku yang merasa sangat tidak pantas untuk bisa mendampingimu. Kejujuran yang kamu ungkapkan tak jua mampu membuat aku yakin dengan apa yang kamu rasa, maafkan aku my dear ingin sekali rasanya percaya dengan apa yang kamu ungkapkan tapi masih tergambar jelas didalam memoriku bagaimana dy yang aku percaya dan telah kuserahkan semua untuknya meninggalkan aku sendiri dengan membawa serta hatiku yang remuk redam. 

Perjuangan dari kamu untuk memenangkan hatiku membuatku takjub, siapakah aku ini sampai bisa membuat kamu seperti itu? Mendengarkan semua cerita kamu dan mulai menyadari bagaimana kamu berubah mulai asyik dengan pertemuan kita, mengetahui bagaimana kehidupan kamu juga bergejolak terkagum-kagum dengan perubahan itu membuatku mulai berani menyatakan yang sesungguhnya. Apakah kamu tahu tak pernah sedikitpun aku bayangkan kamu akan sedemikian rupa menyayangiku, setiap saat aku ulang kembali bukti pertemuan itu dan saat itu pula batinq menangis Ya Allah pantaskah aku yang hina ini mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang sangat besar dari dy??

Dengan semua perhatian dan ketulusan yang selalu kamu tunjukkan padaku terkadang menimbulkan rasa egois agar hanya cuma aku saja yang bisa menikmatinya tetapi bukankah itu tidak mungkin karena kamu tidak akan pernah hanya menjadi milikku karena kamu sudah menjadi milik semua orang.

Apakah kamu tahu my dear, pertemuan kita yang terakhir itu teramat sangat mengena dihatiku sekali lagi aku engkau buat melayang tinggi saat engkau ingin menjadi Imamq MasyaAllah rasanya dunia dan seisinya tidak akan cukup menggambarkan bagaimana bentuk rasa syukurku kepada Sang Maha Pemilik Hidup, dengan sempat menjadi bagian dari hidupmu itu saja sudah lebih dari cukup buat aku tanpa pernah aku berani untuk bermimpi lebih tapi mengingat kamu yang terus meyakinkan aku bolehkah aku ikut berjuang dengan kamu?

Memperjuangkan restu dari seorang wanita mulia yang telah mendidik engkau menjadi seperti ini aku tahu itu sangatlah tidak mudah, kalaupun nantinya kita tidak bisa menyatu di kehidupan nyata bukankah masih ada lagi kehidupan yang jauh lebih abadi?

Tapi untuk bisa menerima itu semua tidaklah segampang yang aku lukiskan, sekali lagi bukankan aku terbiasa dengan kerasnya kehidupan bukankah aku sudah terbiasa berjuang sampai titik darah terakhir dan bukankah hidup itu memang harus diperjuangkan?? 

Walau tawaran yang kau berikan untukku sangat menjanjikan tapi aku sudah terbiasa menjadi yang kedua ataupun yang ketiga dalam kehidupanku yang dulu saat ini aku ingin berjuang untuk menjadi yang pertama, jika memang perjuanganku tidak bisa tercapai cukuplah bagi kita saling menjaga dan menyayangi melalui untaian doa kepada Sang Pemilik kehidupan agar nantinya kita dipertemukan dalam Jannahnya.

Ps. Jika harus aku lakukan melepaskanmu adalah caraku untuk mencintaimu dan caraku menjaga kita.